Mahasiswa Sarjana Teknik Biomedis
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi
Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
Large Language Models atau LLM merupakan inovasi dalam pemrosesan Natural Language Processing yang telah mengalami perkembangan signifikan, terutama sejak diperkenalkannya arsitektur transformer. LLM memiliki kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menghasilkan teks secara kompleks, mendekati cara manusia berkomunikasi. Model ini dilatih menggunakan kumpulan data yang sangat besar dan memiliki ratusan miliar parameter, memungkinkan penggunaannya dalam berbagai tugas terkait bahasa, seperti penerjemahan, analisis teks, dan pembuatan konten otomatis. LLM telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk keamanan siber, analisis data, pengolahan bahasa alami, serta sistem pendukung keputusan Decision Support System (DSS).
Dalam DSS, LLM membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data dengan memberikan analisis yang lebih cepat, akurat, dan mendalam terhadap informasi yang tersedia. Sistem DSS adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dengan menganalisis data, memberikan wawasan, dan menyarankan tindakan terbaik berdasarkan informasi yang tersedia. DSS terdiri atas tiga komponen utama, yaitu basis data yang menyimpan dan mengelola informasi yang relevan dengan keputusan yang harus diambil, model dan analisis yang menyediakan alat analisis untuk mengevaluasi berbagai skenario keputusan, serta antarmuka pengguna yang menghubungkan pengguna dengan sistem untuk memberikan wawasan berbasis data. LLM memperluas DSS dengan meningkatkan efisiensi dalam pengolahan informasi dan memberikan rekomendasi berbasis pemahaman kontekstual yang lebih baik.
Penerapan LLM dalam DSS di dunia nyata dapat dilihat pada chatbot customer service. Banyak perusahaan telah menggunakan DSS pada customer service mereka. Namun meskipun menguntungkan dari sisi perusahaan, nyatanya penerapan DSS dalam customer service dinilai “belum matang” dari sisi pengguna. Ini disebabkan karena terkadang LLM memberikan jawaban salah atau dikenal dengan istilah Hallucination AI. Hallucination AI menjadi keterbatasan LLM dalam memberikan keputusan. Hal ini dapat berdampak fatal serta menurunkan tingkat kepercayaan pengguna terhadap sistem.